Showing posts with label Healt. Show all posts
Showing posts with label Healt. Show all posts

Tuesday, November 15, 2011

Manfaat Dan Kegunaan " Mahkota Dewa "


Jupitter News _ Di Indonesia, tanaman mahkota dewa masih belum banyak dikenal sebagai tumbuhan obat-obatan. Sebagian orang malah kerap mengidentikkan tanaman ini dengan daun dewa dan sambung nyawa. Padahal, tanaman ini mengandung kahsiat yang melimpah untuk mengobati berbagai penyakit mematikan di Indonesia.





Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff) boerl, sinonimnya adalah Phaleria macrocarpa warb. Var. wichanii (val) back) ini berasal dari Irian. Tumbuhan berfamili Thymelaeceae ini, dikenal bangsa asing dengan nama The crown of God. Pohonnya diyakini mengeluarkan aura untuk meningkatkan derajat. Makanya, tak heran bila pohon ini dinamai pohon derajat yang tak jarang menjadi tanaman di depan rumah.




Ketinggian pohon ini maksimal mencapai lima meter. Buahnya berwarna merah menyala dan berkulit licin sebesar apel malang kecil. Bunganya harum berwarna putih berbentuk terompet majemuk sebesar bunga cengkih di ketiak daun dan batangnya.

Pengembangbiakan tanaman ini melalui bijinya. Seangkan pemeliharaannya tak rumit, hanya membutuhkan tanah gembur dan air. Pupuk yang digunakan hanya pupuk dasar.






Tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin-bersin dan sesak napas.

Dalam buku Inventaris tanaman obat Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes disebut bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit.

Mahkota dewa termasuk tanaman obat yang keras dan beracun. Menurut Ning Harmanto, yang aktif mengelola pembuatan obat-obatan tradisional, sebelum diramu, daun atau buahnya lebih baik dikeringkan. Bla dimakan segar, getahnya panas dan melepuhkan kulit dalam mulut.

Untuk minuman instan, dianjurkan untuk mencoba satu sendok teh dulu, diseduh dengan air panas. Sehari cukup satu kali dan minum menjelang tidur malam. Bila belum merasakan perubahan, barulah dosis ditambah menjadi satu sendok makan untuk segelas air. Untuk sakit yang agak parah bisa minum sehari dua kali.

Mengkonsumsi teh racikan dicoba dulu mulai dari tiga sampai lima irisan kecil saja, diseduh dengan air mendidih satu gelas atau direbus dengan tiga gelas air hingga menjadi hanya 0,5 gelas. Kemudian minum sedikit demi sedikit menjelang tidur malam selama tiga hari. Selanjutnya apabila penyakitnya cukup serius, dosis ditambah sedikit demi sedikit dari satu sendok teh hingga satu sendok makan.



Untuk mengatasi komplikasi beberapa penyakit, dianjurkan dalam bentuk ramuan dengan obat lain. Misalnya, racikan dan kapsul daun dewa untuk pembengkakan, pendarahan dan bersihkan racun. Kapsul sambiloto untuk anti biotik berbagai sakit infeksi,diabetes, alergi, dan flu.

Racikan dan kapsul temulawak untuk lever, mag, dan lancarkan peredaan darah. Racikan dan kapsul Curcuma zedoaria untuk kanker, keputihan, mag, dan pencernaan.

Kegunaan tanaman mahkota dewa ini tak lepas dari unsur yang dikandung di dalamnya. Dari hasil penelitian Dr Sumastudi dari Farmakologi UGM, senyawa kimianya antara lain, saponin, flafonoid dan beberapa senyawa lain, mempunyai efek antihistamin.





Sumber : Jupitter Pandawa 
http://gebyarmanusialangka.blogspot.com/2011/11/mahkota-dewa-racun-irian-yang.html 

Wednesday, March 16, 2011

Manfaat Sering Berciuman


 
 
Jupitter News _ Berciuman tentu menyenangkan. Saat itulah kita merasa begitu menyatu dengan pasangan, mampu merasakan debar jantung dan hembusan nafasnya. Bersatunya bibir dan lidah yang kita anggap terjadi begitu saja ketika kita merindukan si dia, ternyata memiliki banyak makna. Anda ingin tahu manfaat baiknya untuk tubuh Anda?


1. Berciuman bisa mendorong imunitas. 

Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir lainnya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.


2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik. 

Bagaimana mungkin? Anthropolog Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai pria". Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Ketika Anda mencium seseorang, bukankah Anda dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang dapat Anda berikan.


3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat. 

Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.


4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami. 

Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.


5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. 

Berciuman dapat membakar kalori. Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 - 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan bila Anda melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Anda mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Anda nikmati sebelumnya.
 
 
 
Sumber : http://selintasberita.blogspot.com/2011/02/manfaat-sering-berciuman.html

Manfaat Sering Berciuman


 
 
Jupitter News _ Berciuman tentu menyenangkan. Saat itulah kita merasa begitu menyatu dengan pasangan, mampu merasakan debar jantung dan hembusan nafasnya. Bersatunya bibir dan lidah yang kita anggap terjadi begitu saja ketika kita merindukan si dia, ternyata memiliki banyak makna. Anda ingin tahu manfaat baiknya untuk tubuh Anda?


1. Berciuman bisa mendorong imunitas. 

Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir lainnya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.


2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik. 

Bagaimana mungkin? Anthropolog Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai pria". Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Ketika Anda mencium seseorang, bukankah Anda dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang dapat Anda berikan.


3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat. 

Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.


4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami. 

Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.


5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. 

Berciuman dapat membakar kalori. Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 - 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan bila Anda melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Anda mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Anda nikmati sebelumnya.
 
 
 
Sumber : http://selintasberita.blogspot.com/2011/02/manfaat-sering-berciuman.html

Saturday, March 5, 2011

WOOWWWWW...!!!! Ada Obat Yang Bisa Mengatasi Pikun...


Para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer. (foto: Kidsklik.com)
Para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer. (foto: Kidsklik.com)





Jupitter News _ Alzheimer adalah jenis sindrom demensia yang bisa menyerang otak, yang bisa merusak ingatan, pikiran dan prilaku manusia.

Anda atau saudara-saudara terkasih Anda mengidap Alzheimer dan khawatir tidak dapat mengatasinya?

Jangan takut, karena para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer.
Itu mungkin jalan bagi penyembuhan dan obat untuk penyakit itu.

Teknologi baru itu bisa menyediakan pasokan sel yang akan digunakan untuk menguji obat baru atau bahkan transplantasi guna membantu mengembalikan ingatan yang hilang pada penderita Alzheimer.

Temuan baru ini dilaporkan Jumat ini dalam jurnal 'Stem Cell' seperti diberitakan Reuters.

Kebanyakan penelitian tentang Alzheimer sebelumnya dilakukan menggunakan tikus yang telah mengalami rekayasa genetik, tetapi dengan teknik baru ini para peneliti bisa mempelajari aspek kunci dari penyakit itu dalam sel manusia.

"Sel-sel ini sangat penting bagi fungsi memori," kata Doktert Jack Kessler dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian itu.

Menurut Kessler, timnya akan menggunakan sel punca embrionik itu guna menciptakan neuron-neuron yang diperkirakan ada di antara sel-sel otak pertama yang hilang dalam penyakit Alzheimer.

Sel punca adalah sel utama manusia, sumber dari semua sel. Sel punca embrionik diambil dari embrio manusia dan sifatnya sangat lembut.

Metode untuk mengubah sel punca menjadi sel neuron dikembangkan oleh Christopher Bissonnette, seorang mantan mahasiswa program doktoral di laboratorium Kessler yang terinspirasi dari kakeknya yang meninggal akibat Alzheimer.

Ketika Kessler dan Bissonnette mengimplan sel saraf yang baru berkembang itu ke otak tikus. Otak tikus itu berangsur- normal, lalu menghasilkan serat-serat saraf baru bernama 'axons' dan membentuk zat kimia otak yang disebut 'acetycholine' yang bisa mengembalikan memori dari bagian lain otak.

Para peneliti itu mengatakan teknik itu bisa memproduksi sel dalam jumlah yang tak terbatas.

Kessler mengatakan teknologi ini masih jauh dari sempurna tetapi sudah bisa digunakan untuk mengganti sel memori yang bisa ditranspalasikan kepada penderita Alzheimer.

"Mengetahui lebih jauh tentang apa yang menyebabkan dan yang bisa mencegah kematian sel otak pada penderita Alzheimer tidak disangkal lagi sangat penting untuk masa depan penanganan penderita Alzheimer," kata William Thies, pejabat medis dan ilmuwan pada Asosiasi Alzheimer, satu lembaga yang peduli pada penyakit itu.
Sel punca (Stem cell) adalah sel yang tidak khusus yang berasal dari semua sel yang dikhususkan yang diperoleh. Orang dewasa, sama seperti embrio, memiliki sel punca. Sel punca untuk jenis sel darah berbeda bisa diperoleh dari sumsum tulang atau, dalam jumlah kecil, berasal dari darah. sel punca diperoleh dari janin yang dianggap terbaik karena mereka lebih mungkin untuk bertahan dalam pencangkokan dibading mereka yang diperoleh dari anak-anak atau orang dewasa. Pencangkokkan sumsum tulang adalah salah satu jenis pencangkokkan sel punca, karena sumsum tulang mengandung sel punca yang menghasilkan lebih banyak sel darah.
Pencangkokan sel punca bisa digunakan sebagai bagian pada pengobatan leukemia, jenis lymphoma tertentu (termasuk penyakit Hodgkin), dan anemia aplastic. Yang bisa juga digunakan untuk mengobati anak dengan gangguan genetika tertentu, termasuk thalassemia, anemia sel sickle, dan beberapa metabolisme bawaan atau gangguan immunodeficiency (seperti penyakit granulomatous kronis). Jenis sel punca tertentu bisa juga digunakan sebagai cangkok untuk orang yang sumsum tulangnya dihancurkan dengan kemoterapi atau terapi radiasi dosis tinggi digunakan untuk mengobati kanker seperti kanker payudara. Pencangkokkan sel punca bisa jadi sangat berguna untuk mengobati gangguan lainnya, seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer, dimana sel punca yang dicangkokkan bisa jadi sel otak seperti yang telah dijabarkan sebelumnya.

Sel punca kemungkinan sel orang itu sendiri (sebuah prosedur yang disebut pencangkokan autologous) atau mereka yang adalah donor (sebuah prosedur yang disebut pencangkokan allogeneic). Ketika sel punca orang itu sendiri digunakan, mereka dikumpulkan sebelum kemoterapi atau terapi radiasi karena pengobatan ini bisa merusak sel punca. Mereka disuntikkan kembali ke dalam tubuh setelah pengobatan tersebut.

Untuk pencangkokan sumsum tulang, donor biasanya diberikan bius umum. Kemudian seorang dokter memindahkan sumsum dari tulang pinggul donor dengan sebuah syringe. Pemindahan sumsum tulang memerlukan waktu 1 jam.

Kadangkala sel punca dari orang dewasa diperoleh dari darah pada prosedur pasien rawat jalan. Mula-mula, donor tersebut diberikan obat yang menyebabkan sumsum tulang melepaskan lebih banyak sel punca ke dalam aliran darah. kemudian darah tersebut diambil melalui sebuah kateter dimasukkan ke salah satu lengan dan dialirkan melalui sebuah mesin yang memindahkan sel punca. Seluruh darah tersebut kembali ke orang tersebut melalui sebuah kateter yang dimasukkan ke dalam lengan lainnya. Biasanya, sekitar 2 sampai 4 jam sesi selama periode 1 sampai 2 minggu diperlukan untuk memperolah sel batang yang cukup. Sel punca bisa diawetkan untuk digunakan kemudian dengan membekukan mereka.

Dokter menyuntik sel punca ke dalam pembuluh si penerima. Sel punca yang disuntikkan berpindah tempat dan berkembang di dalam tulang si penerima dan menghasilkan sel darah.

Pencangkokan sel punca beresiko karena sel darah putih si penerima telah dihancurkan atau berkurang jumlahnya oleh kemoterapi atau radiasi terapi. Akibatnya, resiko infeksi sangat tinggi untuk sekitar 2 sampai 3 minggu sampai sel punca yang didonasikan bisa menghasilkan sel darah putih yang cukup untuk melindungi dari infeksi.

Masalah lain adalah bahwa sumsum tulang yang baru diperoleh dari orang lain bisa menghasilkan sel yang menyerang sel si penerima, menyebabkan penyakit graft-versus-host. Selanjutnya, gangguan semula bisa terulang.

Resiko infeksi bisa dikurangi dengan menjaga penerima donor di ruang isolasi untuk jangka waktu tertentu (sampai sel yang dicangkokkan mulai menghasilkan sel darah). selama waktu ini, anggota staff dan pengunjung harus menggunakan penutup muka dan baju panjang dan mencuci tangan mereka secara menyeluruh sebelum memasuki ruang tersebut. antibody yang diisolasi dari danar pendonor kemungkinan diberikan secara infus kepada penerima untuk membantu melindungi dari infeksi. Faktor pertumbuhan, yang merangsang produksi sel darag, bisa membantu mengurangi resiko infeksi dan penyakit graft-versus-host.

Penerima cangkok punca sel biasanya tetap tinggal di rumah sakit untuk 1 sampai 2 bulan. Setelah keluar dari rumah sakit, kujungan lanjutan diperlukan pada jarak yang teratur. Kebanyakan orang memerlukan setidaknya 1 tahun untuk sembuh.

Apakah Sel Punca (Stem Cell)?

Sel punca adalah sel yang tidak dapat dibedakan. Yang artinya bahwa mereka memiliki potensi untuk menjadi salah satu dari berbagai jenis sel berbeda yang dikhususkan. Beberapa sel punca bisa dipicu untuk menjadi sel jenis apa saja didalam tubuh. yang lainnya siap membedakan sebagian; sel punca ini bisa menjadi, misal, jenis syaraf apapun atau sel glandular. Sel punca membelah, menghasilkan lebih banyak sel punca, sampai mereka dipicu untuk berspesialisasi. Kemudian sebagimana mereka terus membelah, mereka menjadi lebih dan lebih khusus sampai mereka kehilangan kemampuan untuk menjadi apapun tetapi salah satu jenis sel. Sel punca menghasilkan seluruh sel di dalam tubuh-lebih dari 200 jenis sel, termasuk darah, sayaraf, otot, jantung, glandular, sel kulit.

Para peneliti berpikir bahwa sel punca bisa langsung diperbaiki atau sel digantikan atau jaringan rusak atau dihancurkan oleh beberapa gangguan seperti penyekit Alzheimer, penyakit Parkinson, diabetes dan luka punggung. Sel punca bisa diarahkan untuk merangsang kode genetic yang menyebabkan mereka menjadi khusus. Sel punca bisa diperoleh dari 4 symber (tetapi sumber-sumber lainnya bisa cepat ditemukan) :

Embrio : sel punca diambil dari embrio dihasilkan di klinik kesuburan dengan pipa tes kesuburan (in Vitro). Sperma dari pria dan beberapa sel telur dari wanita ditempatkan di piring kultur. Sperma membuahi sel telur dan menghasilkan sel yang membelah, membentuk embrio. Beberapa embrio yang terlihat sangat sehat ditempatkan di rahim wanita. Sisanya dibuang atau dibekukan untuk digunakan kemudian jika diperlukan. Sel punca bisa diperoleh dari embrio yang tidak digunakan. Pada proses tersebut, penggunaan sel punca dari embrio adalah controversial. Para peneliti berpikir bahwa sel punca ini sangat berpotensi untuk menghasilkan jenis sel yang berbeda dan untuk bertahan hidup setelah dicangkokkan.

Janin: setelah 8 minggu pembentukan, embrio disebut sebuah janin. Sel punca bisa diperoleh dari janin yang telah gugur atau diaborsi.

Tali pusat: sel punca bisa diperoleh dari darah pada tali pusat atau plasenta setelah seorang bayi dilahirkan. Sel punca ini bisa menghasilkan hanya sel darah.

Anak dan dewasa: sumsum tulang dan darah pada anak dan orang dewasa mengandung sel punca. Sel punca ini bisa menghasilkan hanya sel darah. Sekarang ini, sel punca hanya digunakan untuk pencangkokkan sel-sel ini.




Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/39870-obat-baru-atasi-pikun-sel-punca-dari-embrio-manusia.html

WOOWWWWW...!!!! Ada Obat Yang Bisa Mengatasi Pikun...


Para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer. (foto: Kidsklik.com)
Para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer. (foto: Kidsklik.com)





Jupitter News _ Alzheimer adalah jenis sindrom demensia yang bisa menyerang otak, yang bisa merusak ingatan, pikiran dan prilaku manusia.

Anda atau saudara-saudara terkasih Anda mengidap Alzheimer dan khawatir tidak dapat mengatasinya?

Jangan takut, karena para peneliti AS baru-baru ini berhasil mengubah sel-sel punca menjadi sejenis sel otak bermasalah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer.
Itu mungkin jalan bagi penyembuhan dan obat untuk penyakit itu.

Teknologi baru itu bisa menyediakan pasokan sel yang akan digunakan untuk menguji obat baru atau bahkan transplantasi guna membantu mengembalikan ingatan yang hilang pada penderita Alzheimer.

Temuan baru ini dilaporkan Jumat ini dalam jurnal 'Stem Cell' seperti diberitakan Reuters.

Kebanyakan penelitian tentang Alzheimer sebelumnya dilakukan menggunakan tikus yang telah mengalami rekayasa genetik, tetapi dengan teknik baru ini para peneliti bisa mempelajari aspek kunci dari penyakit itu dalam sel manusia.

"Sel-sel ini sangat penting bagi fungsi memori," kata Doktert Jack Kessler dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian itu.

Menurut Kessler, timnya akan menggunakan sel punca embrionik itu guna menciptakan neuron-neuron yang diperkirakan ada di antara sel-sel otak pertama yang hilang dalam penyakit Alzheimer.

Sel punca adalah sel utama manusia, sumber dari semua sel. Sel punca embrionik diambil dari embrio manusia dan sifatnya sangat lembut.

Metode untuk mengubah sel punca menjadi sel neuron dikembangkan oleh Christopher Bissonnette, seorang mantan mahasiswa program doktoral di laboratorium Kessler yang terinspirasi dari kakeknya yang meninggal akibat Alzheimer.

Ketika Kessler dan Bissonnette mengimplan sel saraf yang baru berkembang itu ke otak tikus. Otak tikus itu berangsur- normal, lalu menghasilkan serat-serat saraf baru bernama 'axons' dan membentuk zat kimia otak yang disebut 'acetycholine' yang bisa mengembalikan memori dari bagian lain otak.

Para peneliti itu mengatakan teknik itu bisa memproduksi sel dalam jumlah yang tak terbatas.

Kessler mengatakan teknologi ini masih jauh dari sempurna tetapi sudah bisa digunakan untuk mengganti sel memori yang bisa ditranspalasikan kepada penderita Alzheimer.

"Mengetahui lebih jauh tentang apa yang menyebabkan dan yang bisa mencegah kematian sel otak pada penderita Alzheimer tidak disangkal lagi sangat penting untuk masa depan penanganan penderita Alzheimer," kata William Thies, pejabat medis dan ilmuwan pada Asosiasi Alzheimer, satu lembaga yang peduli pada penyakit itu.
Sel punca (Stem cell) adalah sel yang tidak khusus yang berasal dari semua sel yang dikhususkan yang diperoleh. Orang dewasa, sama seperti embrio, memiliki sel punca. Sel punca untuk jenis sel darah berbeda bisa diperoleh dari sumsum tulang atau, dalam jumlah kecil, berasal dari darah. sel punca diperoleh dari janin yang dianggap terbaik karena mereka lebih mungkin untuk bertahan dalam pencangkokan dibading mereka yang diperoleh dari anak-anak atau orang dewasa. Pencangkokkan sumsum tulang adalah salah satu jenis pencangkokkan sel punca, karena sumsum tulang mengandung sel punca yang menghasilkan lebih banyak sel darah.
Pencangkokan sel punca bisa digunakan sebagai bagian pada pengobatan leukemia, jenis lymphoma tertentu (termasuk penyakit Hodgkin), dan anemia aplastic. Yang bisa juga digunakan untuk mengobati anak dengan gangguan genetika tertentu, termasuk thalassemia, anemia sel sickle, dan beberapa metabolisme bawaan atau gangguan immunodeficiency (seperti penyakit granulomatous kronis). Jenis sel punca tertentu bisa juga digunakan sebagai cangkok untuk orang yang sumsum tulangnya dihancurkan dengan kemoterapi atau terapi radiasi dosis tinggi digunakan untuk mengobati kanker seperti kanker payudara. Pencangkokkan sel punca bisa jadi sangat berguna untuk mengobati gangguan lainnya, seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer, dimana sel punca yang dicangkokkan bisa jadi sel otak seperti yang telah dijabarkan sebelumnya.

Sel punca kemungkinan sel orang itu sendiri (sebuah prosedur yang disebut pencangkokan autologous) atau mereka yang adalah donor (sebuah prosedur yang disebut pencangkokan allogeneic). Ketika sel punca orang itu sendiri digunakan, mereka dikumpulkan sebelum kemoterapi atau terapi radiasi karena pengobatan ini bisa merusak sel punca. Mereka disuntikkan kembali ke dalam tubuh setelah pengobatan tersebut.

Untuk pencangkokan sumsum tulang, donor biasanya diberikan bius umum. Kemudian seorang dokter memindahkan sumsum dari tulang pinggul donor dengan sebuah syringe. Pemindahan sumsum tulang memerlukan waktu 1 jam.

Kadangkala sel punca dari orang dewasa diperoleh dari darah pada prosedur pasien rawat jalan. Mula-mula, donor tersebut diberikan obat yang menyebabkan sumsum tulang melepaskan lebih banyak sel punca ke dalam aliran darah. kemudian darah tersebut diambil melalui sebuah kateter dimasukkan ke salah satu lengan dan dialirkan melalui sebuah mesin yang memindahkan sel punca. Seluruh darah tersebut kembali ke orang tersebut melalui sebuah kateter yang dimasukkan ke dalam lengan lainnya. Biasanya, sekitar 2 sampai 4 jam sesi selama periode 1 sampai 2 minggu diperlukan untuk memperolah sel batang yang cukup. Sel punca bisa diawetkan untuk digunakan kemudian dengan membekukan mereka.

Dokter menyuntik sel punca ke dalam pembuluh si penerima. Sel punca yang disuntikkan berpindah tempat dan berkembang di dalam tulang si penerima dan menghasilkan sel darah.

Pencangkokan sel punca beresiko karena sel darah putih si penerima telah dihancurkan atau berkurang jumlahnya oleh kemoterapi atau radiasi terapi. Akibatnya, resiko infeksi sangat tinggi untuk sekitar 2 sampai 3 minggu sampai sel punca yang didonasikan bisa menghasilkan sel darah putih yang cukup untuk melindungi dari infeksi.

Masalah lain adalah bahwa sumsum tulang yang baru diperoleh dari orang lain bisa menghasilkan sel yang menyerang sel si penerima, menyebabkan penyakit graft-versus-host. Selanjutnya, gangguan semula bisa terulang.

Resiko infeksi bisa dikurangi dengan menjaga penerima donor di ruang isolasi untuk jangka waktu tertentu (sampai sel yang dicangkokkan mulai menghasilkan sel darah). selama waktu ini, anggota staff dan pengunjung harus menggunakan penutup muka dan baju panjang dan mencuci tangan mereka secara menyeluruh sebelum memasuki ruang tersebut. antibody yang diisolasi dari danar pendonor kemungkinan diberikan secara infus kepada penerima untuk membantu melindungi dari infeksi. Faktor pertumbuhan, yang merangsang produksi sel darag, bisa membantu mengurangi resiko infeksi dan penyakit graft-versus-host.

Penerima cangkok punca sel biasanya tetap tinggal di rumah sakit untuk 1 sampai 2 bulan. Setelah keluar dari rumah sakit, kujungan lanjutan diperlukan pada jarak yang teratur. Kebanyakan orang memerlukan setidaknya 1 tahun untuk sembuh.

Apakah Sel Punca (Stem Cell)?

Sel punca adalah sel yang tidak dapat dibedakan. Yang artinya bahwa mereka memiliki potensi untuk menjadi salah satu dari berbagai jenis sel berbeda yang dikhususkan. Beberapa sel punca bisa dipicu untuk menjadi sel jenis apa saja didalam tubuh. yang lainnya siap membedakan sebagian; sel punca ini bisa menjadi, misal, jenis syaraf apapun atau sel glandular. Sel punca membelah, menghasilkan lebih banyak sel punca, sampai mereka dipicu untuk berspesialisasi. Kemudian sebagimana mereka terus membelah, mereka menjadi lebih dan lebih khusus sampai mereka kehilangan kemampuan untuk menjadi apapun tetapi salah satu jenis sel. Sel punca menghasilkan seluruh sel di dalam tubuh-lebih dari 200 jenis sel, termasuk darah, sayaraf, otot, jantung, glandular, sel kulit.

Para peneliti berpikir bahwa sel punca bisa langsung diperbaiki atau sel digantikan atau jaringan rusak atau dihancurkan oleh beberapa gangguan seperti penyekit Alzheimer, penyakit Parkinson, diabetes dan luka punggung. Sel punca bisa diarahkan untuk merangsang kode genetic yang menyebabkan mereka menjadi khusus. Sel punca bisa diperoleh dari 4 symber (tetapi sumber-sumber lainnya bisa cepat ditemukan) :

Embrio : sel punca diambil dari embrio dihasilkan di klinik kesuburan dengan pipa tes kesuburan (in Vitro). Sperma dari pria dan beberapa sel telur dari wanita ditempatkan di piring kultur. Sperma membuahi sel telur dan menghasilkan sel yang membelah, membentuk embrio. Beberapa embrio yang terlihat sangat sehat ditempatkan di rahim wanita. Sisanya dibuang atau dibekukan untuk digunakan kemudian jika diperlukan. Sel punca bisa diperoleh dari embrio yang tidak digunakan. Pada proses tersebut, penggunaan sel punca dari embrio adalah controversial. Para peneliti berpikir bahwa sel punca ini sangat berpotensi untuk menghasilkan jenis sel yang berbeda dan untuk bertahan hidup setelah dicangkokkan.

Janin: setelah 8 minggu pembentukan, embrio disebut sebuah janin. Sel punca bisa diperoleh dari janin yang telah gugur atau diaborsi.

Tali pusat: sel punca bisa diperoleh dari darah pada tali pusat atau plasenta setelah seorang bayi dilahirkan. Sel punca ini bisa menghasilkan hanya sel darah.

Anak dan dewasa: sumsum tulang dan darah pada anak dan orang dewasa mengandung sel punca. Sel punca ini bisa menghasilkan hanya sel darah. Sekarang ini, sel punca hanya digunakan untuk pencangkokkan sel-sel ini.




Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/39870-obat-baru-atasi-pikun-sel-punca-dari-embrio-manusia.html

Beberapa Tanda - Tanda Buruk ketika Tanggalnya Gigi Manusia

Tidak seperti gigi susu pada anak-anak, gigi permanen pada orang dewasa tidak akan tanggal dengan sendirinya melainkan dipicu hal lain. Salah satu faktor yang memicu gigi tanggal adalah adanya masalah pada gigi, gusi dan mulut. (foto: Suaramerdeka.com)
 


Jupitter News _ Perempuan memiliki potensi kanker payudara sebelas kali lebih besar jika mereka sering sakit gusi dan gigi tanggal.
Penelitian yang dilakukan oleh Institut Karolinska di Swedia pada lebih dari tiga ribu pasien menunjukkan bahwa 41 orang penderita kanker payudara yang memiliki penyakit gusi dan gigi tanggal berisiko sebelas kali lebih besar dapat mengembangkan kanker.
Ini kali pertama sebuah studi menyajikan temuan tersebut, sehingga Kepala Eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter, percaya masih banyak yang harus dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian itu.

"Jika penelitian yang akan datang juga bisa memperkuat bukti bahwa ada hubungan antara gigi yang tanggal dan kanker payudara, hasil ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini," ujar Carter seperti diberitakan dari Femalefirst.

Dia menuturkan, penyakit gusi disebabkan bakteri dalam plak gigi. Jika penyakit semakin memburuk, tulang penahan gigi di rahang hilang, membuat gigi lepas. Jika ini tidak diobati, gigi akan copot. Pada kenyataannya, selain akibat kerusakan, gigi yang copot bisa diakibatkan penyakit periodontal.

Dalam beberapa temuan terakhir telah dirilis bahwa infeksi dalam mulut dapat memengaruhi kesehatan di tubuh bagian lain. Pada orang yang memiliki penyakit gusi, bakteri dari mulut bisa masuk ke dalam aliran darah, dan mempengaruhi jantung, menyebabkan risiko lebih tinggi bagi penyakit jantung.

Prinsip yang sama terjadi pada mereka yang memiliki diabetes, sebagai orang dengan kondisi ini, cenderung memiliki risiko infeksi. Orang dengan penyakit gusi juga dianggap berisiko tinggi stroke, infeksi dada, dan pada perempuan hamil tujuh kali lebih berisiko memiliki bayi prematur dengan berat lahir rendah.

Sebagian penyakit gusi berkembang tanpa rasa sakit, sehingga terkadang tidak bisa mendeteksi penyakit itu. Gusi meradang penyebab gusi merah, bengkak dan mudah berdarah, rasa tidak enak di mulut, bau mulut, gigi longgar dan infeksi mulut biasa. Jika gegala ini terlihat, sikat gigilah.

"Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati penyakit gusi adalah dengan menghilangkan semua plak dengan menyikat gigi selama dua menit, dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride," ujarnya.
Perlu juga membersihkan sela-sela di antara gigi sedikitnya sekali sehari dengan sikat interdental atau benang gigi karena ini merupakan daerah di mana penyakit gusi dimulai. Kunjungan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit gusi," kata dia.
Tak hanya kanker, mudah lupa merupakan gejala khas pada orang pikun yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Namun sebelum gejala itu muncul, proses kerusakan sudah dimulai. Gigi tanggal pada orang dewasa sering menandai dimulainya kemunduran fungsi otak.

Tidak seperti gigi susu pada anak-anak, gigi permanen pada orang dewasa tidak akan tanggal dengan sendirinya melainkan dipicu hal lain. Salah satu faktor yang memicu gigi tanggal adalah adanya masalah pada gigi, gusi dan mulut.

Ahli saraf dari Jepang, Dr Nozomi Okamoto dalam penelitian terbarunya menungkap bahwa kondisi kesehatan gusi yang merupakan penyebab gigi tanggal berhubungan erat dengan risiko kepikunan. Ia menyimpulkan hal itu setelah meneliti 6.000 lansia berusai 65 tahun ke atas.

Menurutnya, infeksi yang terjadi di gusi dapat menyebabkan senyawa tertentu yang memicu radang. Senyawa ini bisa terbawa oleh aliran darah menuju tempat lain termasuk otak, lalu menyebabkan radang di jaringan tersebut.

Radang yang terjadi di jaringan otak dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang hampir seluruhnya berpusat di sana. Kerusakan pada saraf-saraf memori dan kognitif adalah penyebab utama terjadinya kepikunan pada orang dewasa maupun lansia.

Dr Nozomi mengungkap, lansia yang memiliki gigi yang masih lengkap punya risiko paling rendah untuk mengalami kepikunan. Sebaliknya, lansia yang tidak punya gigi atau sudah kehilangan sebagian giginya punya risiko tinggi untuk menjadi pikun lebih cepat.

"Hilangnya reseptor-reseptor di sekitar gigi berhubungan erat dengan matinya saraf-saraf tertentu di otak, yang nantinya memicu kemunduran fungsi kognitif," ungkap Dr Nozomi seperti diberitakan dari Healthday.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Behavioral and Brain Functions beberapa waktu yang lalu. 
 
 
 
Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/39939-gigi-tanggal-bisa-jadi-pertanda-kanker-a-gejala-awal-pikun.html

Beberapa Tanda - Tanda Buruk ketika Tanggalnya Gigi Manusia

Tidak seperti gigi susu pada anak-anak, gigi permanen pada orang dewasa tidak akan tanggal dengan sendirinya melainkan dipicu hal lain. Salah satu faktor yang memicu gigi tanggal adalah adanya masalah pada gigi, gusi dan mulut. (foto: Suaramerdeka.com)
 


Jupitter News _ Perempuan memiliki potensi kanker payudara sebelas kali lebih besar jika mereka sering sakit gusi dan gigi tanggal.
Penelitian yang dilakukan oleh Institut Karolinska di Swedia pada lebih dari tiga ribu pasien menunjukkan bahwa 41 orang penderita kanker payudara yang memiliki penyakit gusi dan gigi tanggal berisiko sebelas kali lebih besar dapat mengembangkan kanker.
Ini kali pertama sebuah studi menyajikan temuan tersebut, sehingga Kepala Eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter, percaya masih banyak yang harus dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian itu.

"Jika penelitian yang akan datang juga bisa memperkuat bukti bahwa ada hubungan antara gigi yang tanggal dan kanker payudara, hasil ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini," ujar Carter seperti diberitakan dari Femalefirst.

Dia menuturkan, penyakit gusi disebabkan bakteri dalam plak gigi. Jika penyakit semakin memburuk, tulang penahan gigi di rahang hilang, membuat gigi lepas. Jika ini tidak diobati, gigi akan copot. Pada kenyataannya, selain akibat kerusakan, gigi yang copot bisa diakibatkan penyakit periodontal.

Dalam beberapa temuan terakhir telah dirilis bahwa infeksi dalam mulut dapat memengaruhi kesehatan di tubuh bagian lain. Pada orang yang memiliki penyakit gusi, bakteri dari mulut bisa masuk ke dalam aliran darah, dan mempengaruhi jantung, menyebabkan risiko lebih tinggi bagi penyakit jantung.

Prinsip yang sama terjadi pada mereka yang memiliki diabetes, sebagai orang dengan kondisi ini, cenderung memiliki risiko infeksi. Orang dengan penyakit gusi juga dianggap berisiko tinggi stroke, infeksi dada, dan pada perempuan hamil tujuh kali lebih berisiko memiliki bayi prematur dengan berat lahir rendah.

Sebagian penyakit gusi berkembang tanpa rasa sakit, sehingga terkadang tidak bisa mendeteksi penyakit itu. Gusi meradang penyebab gusi merah, bengkak dan mudah berdarah, rasa tidak enak di mulut, bau mulut, gigi longgar dan infeksi mulut biasa. Jika gegala ini terlihat, sikat gigilah.

"Cara terbaik untuk mencegah dan mengobati penyakit gusi adalah dengan menghilangkan semua plak dengan menyikat gigi selama dua menit, dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride," ujarnya.
Perlu juga membersihkan sela-sela di antara gigi sedikitnya sekali sehari dengan sikat interdental atau benang gigi karena ini merupakan daerah di mana penyakit gusi dimulai. Kunjungan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit gusi," kata dia.
Tak hanya kanker, mudah lupa merupakan gejala khas pada orang pikun yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Namun sebelum gejala itu muncul, proses kerusakan sudah dimulai. Gigi tanggal pada orang dewasa sering menandai dimulainya kemunduran fungsi otak.

Tidak seperti gigi susu pada anak-anak, gigi permanen pada orang dewasa tidak akan tanggal dengan sendirinya melainkan dipicu hal lain. Salah satu faktor yang memicu gigi tanggal adalah adanya masalah pada gigi, gusi dan mulut.

Ahli saraf dari Jepang, Dr Nozomi Okamoto dalam penelitian terbarunya menungkap bahwa kondisi kesehatan gusi yang merupakan penyebab gigi tanggal berhubungan erat dengan risiko kepikunan. Ia menyimpulkan hal itu setelah meneliti 6.000 lansia berusai 65 tahun ke atas.

Menurutnya, infeksi yang terjadi di gusi dapat menyebabkan senyawa tertentu yang memicu radang. Senyawa ini bisa terbawa oleh aliran darah menuju tempat lain termasuk otak, lalu menyebabkan radang di jaringan tersebut.

Radang yang terjadi di jaringan otak dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang hampir seluruhnya berpusat di sana. Kerusakan pada saraf-saraf memori dan kognitif adalah penyebab utama terjadinya kepikunan pada orang dewasa maupun lansia.

Dr Nozomi mengungkap, lansia yang memiliki gigi yang masih lengkap punya risiko paling rendah untuk mengalami kepikunan. Sebaliknya, lansia yang tidak punya gigi atau sudah kehilangan sebagian giginya punya risiko tinggi untuk menjadi pikun lebih cepat.

"Hilangnya reseptor-reseptor di sekitar gigi berhubungan erat dengan matinya saraf-saraf tertentu di otak, yang nantinya memicu kemunduran fungsi kognitif," ungkap Dr Nozomi seperti diberitakan dari Healthday.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Behavioral and Brain Functions beberapa waktu yang lalu. 
 
 
 
Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/39939-gigi-tanggal-bisa-jadi-pertanda-kanker-a-gejala-awal-pikun.html

Friday, March 4, 2011

Berbahayakah Bila Bakteri Dalam Vagina Berlebih...???


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jupitter News _ Bakteri Dalam Vagina Berlebih, Berbahayakah? Untuk kondisi normal, dalam vagina wanita memang terdapat bakteri. Tapi bila pertumbuhannya berlebihan, hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang menjengkelkan. Apa saja yang terjadi bila bakteri normal vagina tumbuh berlebih? Pertumbuhan berlebih dari bakteri normal dalam vagina disebut bakterial vaginosis. Dulu, kondisi ini disebut Gardnerella vaginitis, setelah bakteri Gardnerella dicurigai sebagai penyebab kondisi ini.

Namun, nama baru bakterial vaginosis, mencerminkan kenyataan bahwa ada beberapa jenis bakteri yang secara alami hidup di vagina dan dapat tumbuh berlebihan. Organisme Gardnerella bukan satu-satunya penyebab bakterial vaginosis. Bila beberapa jenis bakteri menjadi tidak seimbang, seorang wanita dapat mengalami bakterial vaginosis. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kondisi ini dapat mengganggu dan menjengkelkan.

Gejala

Seperti dilansir dari MedicineNet, Sabtu (19/6/2010), gejala bakterial vaginosis adalah vagina mengeluarkan cairan dan berbau, biasanya tidak disertai gejala lain. Banyak wanita dengan bakterial vaginosis sebenarnya tidak memiliki gejala sama sekali, tapi yang lain mengalami bau amis yang tidak menyenangkan dengan vagina.

Jumlah cairan vagina yang normal dapat bervariasi antara wanita satu dan lainnya. Cairan dari bakterial vaginosis biasanya tipis dan berwarna putih keabu-abuan, yang sering terjadi setelah hubungan seksual. Dalam kehamilan, bakterial vaginosis dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi cairan ketuban, dan infeksi rahim setelah melahirkan.

Penyebab

Peneliti mengalami kesulitan menentukan penyebab dari bakterial vaginosis. Bakterial vaginosis umumnya terjadi karena pengurangan jumlah hidrogen peroksida normal yang memproduksi lactobacilli dalam vagina. Secara bersamaan, ada peningkatan konsentrasi bakteri jenis lain, terutama bakteri anaerob (bakteri yang bisa tumbuh tanpa oksigen). Akibatnya, diagnosis dan pengobatan tidak sesederhana seperti mengidentifikasi dan menghilangkan salah satu jenis bakteri. Penggabungan bakteri menyebabkan infeksi yang tidak diketahui.

Beberapa faktor telah diidentifikasi dapat meningkatkan peluang terjadinya bakterial vaginosis, seperti berhubungan dengan banyak pria, merokok, pola makan tak sehat, kelelahan, menggunakan bahan kimia (cairan pembersih), atau obat-obatan tertentu.

Namun, peran aktivitas seksual dalam pengembangan kondisi ini tidak sepenuhnya dipahami, karena bakterial vaginosis juga dapat terjadi pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Pengobatan yang umum untuk bakterial vaginosis biasanya menggunakan antibiotik. Tapi bila Anda mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter maupun ke laboratorium untuk dapat memastikannya. Karena jika anda tidak aware terhadap hal ini, bisa jadi malah timbul hal hal yang tidak anda inginkan
 
 
 
Sumber : http://tepoci.blogspot.com/2010/07/bakteri-dalam-vagina-berlebih.html
 

Berbahayakah Bila Bakteri Dalam Vagina Berlebih...???


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jupitter News _ Bakteri Dalam Vagina Berlebih, Berbahayakah? Untuk kondisi normal, dalam vagina wanita memang terdapat bakteri. Tapi bila pertumbuhannya berlebihan, hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang menjengkelkan. Apa saja yang terjadi bila bakteri normal vagina tumbuh berlebih? Pertumbuhan berlebih dari bakteri normal dalam vagina disebut bakterial vaginosis. Dulu, kondisi ini disebut Gardnerella vaginitis, setelah bakteri Gardnerella dicurigai sebagai penyebab kondisi ini.

Namun, nama baru bakterial vaginosis, mencerminkan kenyataan bahwa ada beberapa jenis bakteri yang secara alami hidup di vagina dan dapat tumbuh berlebihan. Organisme Gardnerella bukan satu-satunya penyebab bakterial vaginosis. Bila beberapa jenis bakteri menjadi tidak seimbang, seorang wanita dapat mengalami bakterial vaginosis. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kondisi ini dapat mengganggu dan menjengkelkan.

Gejala

Seperti dilansir dari MedicineNet, Sabtu (19/6/2010), gejala bakterial vaginosis adalah vagina mengeluarkan cairan dan berbau, biasanya tidak disertai gejala lain. Banyak wanita dengan bakterial vaginosis sebenarnya tidak memiliki gejala sama sekali, tapi yang lain mengalami bau amis yang tidak menyenangkan dengan vagina.

Jumlah cairan vagina yang normal dapat bervariasi antara wanita satu dan lainnya. Cairan dari bakterial vaginosis biasanya tipis dan berwarna putih keabu-abuan, yang sering terjadi setelah hubungan seksual. Dalam kehamilan, bakterial vaginosis dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi cairan ketuban, dan infeksi rahim setelah melahirkan.

Penyebab

Peneliti mengalami kesulitan menentukan penyebab dari bakterial vaginosis. Bakterial vaginosis umumnya terjadi karena pengurangan jumlah hidrogen peroksida normal yang memproduksi lactobacilli dalam vagina. Secara bersamaan, ada peningkatan konsentrasi bakteri jenis lain, terutama bakteri anaerob (bakteri yang bisa tumbuh tanpa oksigen). Akibatnya, diagnosis dan pengobatan tidak sesederhana seperti mengidentifikasi dan menghilangkan salah satu jenis bakteri. Penggabungan bakteri menyebabkan infeksi yang tidak diketahui.

Beberapa faktor telah diidentifikasi dapat meningkatkan peluang terjadinya bakterial vaginosis, seperti berhubungan dengan banyak pria, merokok, pola makan tak sehat, kelelahan, menggunakan bahan kimia (cairan pembersih), atau obat-obatan tertentu.

Namun, peran aktivitas seksual dalam pengembangan kondisi ini tidak sepenuhnya dipahami, karena bakterial vaginosis juga dapat terjadi pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Pengobatan yang umum untuk bakterial vaginosis biasanya menggunakan antibiotik. Tapi bila Anda mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter maupun ke laboratorium untuk dapat memastikannya. Karena jika anda tidak aware terhadap hal ini, bisa jadi malah timbul hal hal yang tidak anda inginkan
 
 
 
Sumber : http://tepoci.blogspot.com/2010/07/bakteri-dalam-vagina-berlebih.html